Replacement coil AHU merupakan solusi untuk mengganti cooling coil atau heating coil pada Air Handling Unit yang mengalami kerusakan, penurunan performa, atau sudah tidak sesuai dengan kebutuhan operasional.
Namun, mengganti coil AHU tidak cukup hanya dengan memilih komponen yang memiliki ukuran fisik serupa. Ukuran replacement coil harus disesuaikan dengan dimensi unit, kapasitas pendinginan, airflow, konfigurasi tube dan fin, serta kondisi operasional sistem HVAC.
Jika ukuran atau spesifikasinya tidak tepat, coil pengganti berisiko tidak mencapai kapasitas yang dibutuhkan, meningkatkan pressure drop, atau mengalami kendala saat pemasangan.
Lalu, bagaimana cara menentukan ukuran replacement coil AHU yang tepat? Berikut panduan yang dapat digunakan sebagai referensi.
Apa Itu Replacement Coil AHU?
Replacement coil AHU adalah coil pengganti yang digunakan untuk menggantikan cooling coil atau heating coil lama pada Air Handling Unit. Komponen ini berperan penting dalam proses perpindahan panas antara udara dan media pemanas atau pendingin. Pada sistem HVAC, replacement coil umumnya dibutuhkan ketika coil lama mengalami masalah seperti:
- Kebocoran pada tube.
- Korosi pada tube atau fin.
- Kerusakan fin yang cukup parah.
- Penurunan kapasitas perpindahan panas.
- Penyumbatan pada jalur media pendingin.
- Kebutuhan peningkatan kapasitas sistem.
- Perubahan spesifikasi operasional AHU.
Replacement coil dapat dibuat mengikuti spesifikasi coil lama atau dirancang ulang apabila terdapat perubahan kebutuhan teknis. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai, proses pengukuran dan evaluasi spesifikasi perlu dilakukan sebelum pembuatan coil pengganti.
1. Ukur Dimensi Fisik Coil Lama
Langkah pertama adalah mengidentifikasi dimensi fisik coil lama. Pengukuran ini penting agar replacement coil dapat dipasang pada ruang yang tersedia di dalam AHU. Beberapa dimensi yang perlu diperiksa meliputi:
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Face Width | Lebar permukaan depan coil |
| Face Height | Tinggi permukaan depan coil |
| Overall Depth | Kedalaman total coil |
| Fin Pack Depth | Kedalaman bagian susunan fin |
| Connection Position | Posisi sambungan inlet dan outlet |
| Header Dimension | Dimensi header atau kolektor |
| Frame Dimension | Ukuran rangka coil |
Selain dimensi utama, periksa juga posisi lubang pemasangan, penyangga, dan ruang yang tersedia untuk sambungan pipa.
Penting: Jangan hanya mengukur lebar dan tinggi coil. Kedalaman, posisi sambungan, serta dimensi rangka juga dapat menentukan apakah replacement coil bisa dipasang dengan benar.
Tips Pengukuran
Sebelum melepas coil lama, dokumentasikan kondisinya melalui foto dari beberapa sudut. Ambil foto bagian depan, samping, sambungan pipa, header, serta dudukan coil. Dokumentasi tersebut dapat membantu proses identifikasi ketika data teknis asli tidak tersedia.
2. Ketahui Airflow AHU
Airflow adalah volume udara yang melewati AHU dalam satuan waktu. Parameter ini berpengaruh terhadap pemilihan luas permukaan coil dan kecepatan udara yang melewati permukaannya. Satuan airflow yang umum digunakan antara lain:
- CFM (Cubic Feet per Minute).
- CMH (Cubic Meter per Hour).
- L/s (Liter per Second).
Jika airflow diketahui dalam satuan CMH, konversinya ke CFM dapat dilakukan menggunakan rumus:
CFM = CMH ÷ 1,699
Contoh: Sebuah AHU memiliki airflow sebesar 10.000 CMH Maka:
CFM = 10.000 ÷ 1,699
CFM ≈ 5.886
Dengan demikian, airflow AHU tersebut sekitar 5.886 CFM. Data airflow diperlukan untuk mengevaluasi face velocity coil dan memastikan replacement coil sesuai dengan kondisi desain sistem.
Perlu diperhatikan bahwa airflow aktual dapat berbeda dari airflow desain akibat kondisi filter, fan, ducting, damper, dan komponen lainnya.
3. Hitung Face Velocity Cooling Coil
Face velocity adalah kecepatan udara yang melewati luas permukaan depan cooling coil. Parameter ini dapat dihitung menggunakan rumus:
Face Velocity = Airflow ÷ Face Area
Untuk satuan yang umum digunakan dalam sistem HVAC:
- Airflow: CFM.
- Face Area: ft².
- Face Velocity: ft/min atau FPM.
Luas permukaan depan coil dihitung dengan:
Face Area = Face Width × Face Height
Pastikan lebar dan tinggi menggunakan satuan yang konsisten.
Contoh Perhitungan
Sebuah AHU memiliki airflow 6.000 CFM. Dimensi face coil:
- Lebar: 1,5 meter.
- Tinggi: 1,0 meter.
Luas permukaan coil:
1,5 × 1,0 = 1,5 m²
Konversi luas permukaan:
1,5 m² × 10,764 = 16,146 ft²
Face velocity:
6.000 ÷ 16,146 = 371,6 FPM
Jadi, face velocity coil tersebut sekitar 372 FPM.
Hasil ini dapat digunakan sebagai data awal untuk evaluasi desain. Namun, face velocity yang sesuai harus ditentukan berdasarkan karakteristik coil, kapasitas pendinginan, batas pressure drop, risiko carryover kondensat, dan rekomendasi desain. Tidak ada satu nilai yang ideal untuk seluruh aplikasi.
4. Tentukan Cooling Capacity yang Dibutuhkan
Selain ukuran fisik, replacement coil harus mampu memenuhi kebutuhan perpindahan panas sistem. Cooling capacity biasanya dinyatakan dalam:
- kW.
- BTU/h.
- TR (Ton of Refrigeration).
Konversi yang umum digunakan:
- 1 kW ≈ 3.412 BTU/h.
- 1 TR = 12.000 BTU/h.
- 1 TR ≈ 3,517 kW.
Kebutuhan cooling capacity dipengaruhi oleh kondisi udara masuk dan keluar coil, airflow, serta karakteristik media pendingin.
Untuk sistem chilled water, kapasitas pendinginan pada sisi air dapat dihitung menggunakan pendekatan:
Q = m × Cp × ΔT
Keterangan:
- Q = laju perpindahan panas.
- m = laju aliran massa air.
- Cp = kalor jenis air.
- ΔT = perbedaan temperatur air masuk dan keluar coil.
Rumus tersebut digunakan untuk memperkirakan perpindahan panas pada sisi air. Dalam praktiknya, perhitungan desain coil juga harus mempertimbangkan kondisi udara dan karakteristik perpindahan panas.
Jika coil lama memiliki kapasitas tertentu, gunakan data tersebut sebagai referensi awal. Namun, kapasitas desain perlu dievaluasi kembali jika kondisi operasional AHU telah berubah.
5. Periksa Jumlah Row Cooling Coil
Jumlah row menunjukkan banyaknya baris tube yang dilalui media pendingin di dalam coil searah aliran udara. Jumlah row memengaruhi luas permukaan perpindahan panas dan karakteristik pressure drop.
Sebagai contoh, cooling coil dapat menggunakan konfigurasi 4 row, 6 row, atau konfigurasi lainnya sesuai kebutuhan desain. Secara umum, penambahan row dapat meningkatkan kemampuan perpindahan panas, tetapi hasil akhirnya tetap bergantung pada faktor lain, seperti:
- Airflow.
- Fin spacing.
- Diameter tube.
- Sirkuit media pendingin.
- Temperatur masuk.
- Debit media pendingin.
- Kondisi desain udara.
Penambahan row juga dapat meningkatkan hambatan aliran udara dan memengaruhi distribusi media pendingin. Karena itu, jumlah row replacement coil sebaiknya tidak ditentukan hanya dengan menyalin atau menambah jumlah row coil lama tanpa evaluasi teknis. Jika tujuan penggantian adalah mempertahankan performa awal, konfigurasi coil lama dapat dijadikan titik awal. Jika kapasitas ingin ditingkatkan, desain baru perlu dievaluasi berdasarkan kondisi operasi aktual.
6. Periksa Diameter Tube dan Material Fin
Tube dan fin merupakan bagian utama dalam konstruksi cooling coil. Keduanya berperan dalam proses perpindahan panas antara media pendingin dan udara. Beberapa spesifikasi yang perlu diperiksa meliputi:
Diameter tube
- 3/8 inci.
- 1/2 inci.
- 5/8 inci.
- Ukuran lain sesuai desain coil.
Ukuran tersebut merupakan contoh ukuran yang umum dijumpai, bukan daftar lengkap.
Material tube
- Tembaga.
- Material lain yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi.
Material fin
- Aluminium.
- Material lain sesuai desain.
Jenis permukaan fin
- Bare fin.
- Hydrophilic coating.
- Epoxy coating.
- Protective coating lainnya.
Pemilihan material harus mempertimbangkan kondisi media pendingin, tekanan operasi, temperatur, potensi korosi, dan lingkungan pemasangan. Apabila replacement coil dibuat menggunakan spesifikasi berbeda dari coil lama, kompatibilitas dan performanya harus dievaluasi terlebih dahulu.
7. Pastikan Jenis Media Pendingin Sesuai
Replacement coil harus dirancang sesuai jenis media yang digunakan oleh sistem. Dua jenis yang umum ditemukan adalah chilled water coil dan DX coil.
Chilled Water Coil
Chilled water coil menggunakan air dingin yang disirkulasikan melalui tube. Dalam menentukan spesifikasinya, beberapa parameter yang perlu diperhatikan adalah:
- Temperatur chilled water masuk.
- Temperatur chilled water keluar.
- Debit air.
- Tekanan operasi.
- Kapasitas pendinginan.
- Pressure drop sisi air.
DX Coil
DX coil menggunakan refrigeran yang menyerap panas melalui proses evaporasi di dalam coil. Selain dimensi dan kapasitas, perancangannya perlu mempertimbangkan:
- Jenis refrigeran.
- Temperatur evaporasi.
- Jumlah dan konfigurasi sirkuit.
- Debit refrigeran sesuai kebutuhan desain.
- Distribusi refrigeran.
- Tekanan operasi.
Chilled water coil dan DX coil memiliki kebutuhan desain yang berbeda. Oleh karena itu, keduanya tidak dapat dipertukarkan hanya berdasarkan kesamaan ukuran fisik.
8. Perhatikan Posisi Inlet, Outlet, dan Header
Posisi sambungan merupakan aspek penting dalam pembuatan replacement coil. Periksa:
- Posisi inlet.
- Posisi outlet.
- Diameter sambungan.
- Arah sambungan.
- Posisi header.
- Ruang untuk pemasangan pipa.
- Kebutuhan vent dan drain jika relevan.
Kesalahan posisi sambungan dapat menyebabkan kesulitan saat pemasangan, meskipun dimensi utama coil sudah sesuai. Jika memungkinkan, gunakan gambar teknis atau dokumentasi coil lama sebagai acuan.
Untuk coil dengan konfigurasi khusus, pengukuran langsung sangat membantu mengurangi risiko kesalahan fabrikasi.
9. Evaluasi Pressure Drop Coil
Pressure drop adalah perbedaan tekanan sebelum dan sesudah udara melewati coil. Pada replacement coil, evaluasi pressure drop diperlukan agar coil baru tidak memberikan hambatan aliran yang tidak sesuai dengan kemampuan sistem. Pressure drop dipengaruhi oleh:
- Face velocity.
- Jumlah row.
- Fin spacing.
- Geometri fin.
- Kondisi permukaan coil.
- Konfigurasi aliran udara.
Pressure drop juga perlu dievaluasi pada sisi media pendingin, terutama untuk chilled water coil. Jika pressure drop sisi air terlalu tinggi, debit air yang dibutuhkan mungkin tidak tercapai tanpa penyesuaian sistem. Karena itu, replacement coil perlu disesuaikan dengan kemampuan fan dan sistem distribusi media pendingin yang tersedia.
10. Periksa Kondisi Casing dan Ruang Pemasangan
Coil pengganti harus sesuai dengan ruang pemasangan di dalam AHU. Periksa kondisi:
- Coil casing.
- Rail atau dudukan coil.
- Access panel.
- Ruang untuk menarik dan memasukkan coil.
- Sambungan pipa.
- Drain pan.
- Ruang untuk pekerjaan maintenance.
Dalam beberapa kasus, coil lama dapat dilepas melalui access panel. Pada kasus lain, diperlukan ruang tambahan untuk mengeluarkan coil dari casing AHU. Hal ini perlu dipastikan sebelum proses fabrikasi dimulai.
Jika coil dibuat terlalu besar, pemasangan bisa terhambat. Sebaliknya, coil yang terlalu kecil dapat menimbulkan celah udara atau membutuhkan penyesuaian dudukan.
11. Gunakan Data Coil Lama sebagai Referensi
Jika data teknis coil lama tersedia, gunakan sebagai acuan awal. Informasi yang sebaiknya dikumpulkan meliputi:
| Data Coil | Tujuan |
|---|---|
| Lebar dan tinggi | Menentukan ukuran muka coil |
| Kedalaman | Memastikan kesesuaian ruang pemasangan |
| Airflow | Mengevaluasi face velocity |
| Cooling capacity | Menentukan kebutuhan perpindahan panas |
| Jumlah row | Mengidentifikasi konfigurasi tube |
| Fin spacing | Mengevaluasi karakteristik coil |
| Diameter tube | Menentukan konstruksi coil |
| Material tube dan fin | Memastikan kompatibilitas |
| Posisi sambungan | Memastikan kemudahan pemasangan |
| Pressure drop | Mengevaluasi hambatan aliran |
| Kondisi operasi | Menentukan kebutuhan desain |
Jika data tidak lengkap, pengukuran fisik, pemeriksaan sistem, dan evaluasi teknis dapat digunakan untuk melengkapi informasi.
Perlu diingat bahwa dimensi coil lama tidak otomatis menjamin kapasitas yang sama apabila material, konfigurasi, atau kondisi operasi berbeda.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Replacement Coil Custom?
Replacement coil custom dapat dipertimbangkan ketika:
- Coil lama sudah tidak diproduksi.
- Ukuran coil tidak tersedia di pasaran.
- AHU menggunakan dimensi khusus.
- Coil mengalami kebocoran atau korosi berat.
- Dibutuhkan penyesuaian kapasitas.
- Diperlukan material fin atau tube tertentu.
- Dibutuhkan protective coating khusus.
- Coil pengganti harus mengikuti konfigurasi AHU yang sudah ada.
Dengan fabrikasi custom, spesifikasi coil dapat dirancang berdasarkan data teknis dan kebutuhan pemasangan. Namun, perubahan desain tetap perlu memperhatikan kompatibilitas sistem, kapasitas, pressure drop, dan kondisi operasional.
Pesan Replacement Coil AHU Custom di Central Coolindo
PT Central Coolindo Lestari menyediakan solusi manufaktur komponen HVAC, termasuk kebutuhan replacement coil Air Handling Unit. Replacement coil custom dapat menjadi pilihan ketika coil lama mengalami kerusakan atau membutuhkan penggantian dengan spesifikasi yang sesuai dengan sistem yang sudah terpasang. Dalam proses penentuan spesifikasi, beberapa informasi yang perlu disiapkan antara lain:
- Dimensi coil lama.
- Foto coil dari beberapa sisi.
- Jenis media pendingin.
- Airflow AHU.
- Kapasitas pendinginan yang dibutuhkan.
- Material tube dan fin jika diketahui.
- Jumlah row dan fin spacing jika tersedia.
- Posisi sambungan.
Jika data teknis belum lengkap, dokumentasi fisik coil lama dapat menjadi titik awal untuk proses identifikasi dan evaluasi lebih lanjut.
Hubungi Central Coolindo untuk mendiskusikan kebutuhan replacement coil AHU custom sesuai spesifikasi proyek Anda.




















